Rabu, 21 Oktober 2009

atagfurullah, astagfirullah haladzim.. maafkan daku ya ALLAH masih terlalu banyak mintaku daripada sukur ku , masih telalu banyak dosaku daripada amalku... hanya ENGKAU tempatku berlindung

Selasa, 06 Oktober 2009

TUGAS DOSEN PENGAMPUH BAHASA INDONESIA
PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA



NAMA : TEDY IRAWAN

KELAS : 3 KA 17

NPM : 111 07 666




Bahasa Indonesia dan Perkembangannya

Untuk mengikuti pertumbuhan bahasa Indonesia dari awal, terdapat fakta-fakta historis hingga sekarang sebagai berikut :
A. Sebelum Masa Kolonial
Bahasa Melayu dipakai oleh kerajaan Sriwijaya pada abad VII. Hal ini terbukti dengan adanya empat buah batu bertulis peninggalan kerajaan Sriwijaya. Keempat batu bersurat itu ditemukan di Kedukan Bukit (680), di Talang Tuwo (dekat Palembang) (684), di Kota Kapur (Bangka Barat) (686), di Karang Berahi (Jambi) (688). Bukti lain ditemukan di Pulau Jawa yaitu di Kedu. Di situ ditemukan sebuah prasasti yang terkenal bernama inskripsi Gandasuli (832) Berdasarkan penyelidikan Dr. J.G. De Casparis dinyatakan bahwa bahasanya adalah bahasa Melayu kuno dengan adanya dialek Melayu Ambon, Timor, Manado, dsb.
B. Masa Kolonial
Ketika orang-orang barat sampai di Indonesia pada abad XVII, mereka menghadapi suatu kenyataan bahwa bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa resmi dalam pergaulan dan bahasa perantara dalam perdagangan. Ketika bangsa Portugis maupun bangsa Belanda mendirikan sekolah-sekolah, mereka terbentur dalam soal bahasa pengantar. Usaha menerapkan bahasa Portugis dan Belanda sebagai bahasa pengantar mengalami kegagalan. Demikian pengakuan Belanda Dancerta tahun 1631. Ia mengatakan bahwa kebanyakan sekolah di Maluku memakai bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar.
C. Masa Pergerakan Kebangsaan
Pada waktu timbulnya pergerakan kebangsaan terasa perlu adanya suatu bahasa nasional, untuk mengikat bermacam-macam suku bangsa di Indonesia. Suatu pergerakan yang besar dan hebat hanya dapat berhasil kalau semua rakyat diikutsertakan. Untuk itu, mereka mencari bahasa yang dapat dipahami dan dipakai oleh semua orang. Pada mulanya agak sulit untuk menentukan bahasa mana yang akan menjadi bahasa persatuan., tetapi mengingat kesulitan-kesulitan untuk mempersatukan berbagai suku bangsa akhirnya pada 1926 Yong Java mengakui dan memilih bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar. Dengan adanya bermacam-macam faktor seperti tersebut di atas, akhirnya pada tanggal 28 Oktober 1928, yaitu saat berlangsungnya Kongres Pemuda Indonesia di Jakarta dihasilkan ikrar bersama, “Ikrar Sumpah Pemuda”.
1. Kami putra-putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu – Tanah air Indonesia.
2. Kami putra-putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu bangsa Indonesia.
3. Kami putra-putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.

D. Masa Jepang dan Zaman Kemerdekaan
Setelah Perang Dunia II, ketika tentara Jepang memasuki Indonesia, bahasa Indonesia telah menduduki empat yang penting dalam perkembangan bahasa Indonesia. Usaha Jepang untuk menggunakan bahasa Jepang sebagai pengganti bahasa Belanda tidak terlaksana. Bahasa Indonesia juga dipakai sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan dan untuk keperluan ilmu pengetahuan.
E. masa setelah kemerdekaan
Pada masa seltelah kemerdekaan ini bahasa Indonesia masih banyak yang becampur logatnya (pengucapan) dengan bahasa daerah yang mana hal ini memunculkan kerancuan dalam bahasa Indonesia ini sendiri lalu di sempurnakanlah bahasa Indonesia ini dengan program “EYD” ejaan yang disempurnakan, Sampai dengan saat ini EYD sendiri telah mengalami beberapa kali proses.


*di kutip dari berbagai sumber*TUGAS DOSEN PENGAMPUH BAHASA INDONESIA
PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA
TUGAS DOSEN PENGAMPUH BAHASA INDONESIA
BAHASA INDONESIA DALAM KONSEP ILMIAH


NAMA : TEDY IRAWAN

KELAS : 3 KA 17

NPM : 111 07 666





Peranan bahasa Indonesia dalam konsep ilmiah terutama pada kalangan akademik dalam hal pembuatan karya ilmiah mempunyai tujuan khusus dan tujuan umum yaitu sebagai berikut :

Tujuan Umum : Mahasiswa memiliki sikap positif terhadap bahasa Indonesia.

1. Kesetiaan bahasa: mendorong mahasiswa memelihara bahasanasional dan apabila perlu mencegah adanya pengaruh asing.
2. Kebanggaan bahasa: mendorong mahasiswa mengutamakan bahasanya dan menggunakannya sebagai lambang identitas bangsanya.
3. Kesadaran akan adanya norma bahasa: mendorong mahasiswanya menggunakan bahasanya sesuai dengan kaidah yang berlaku.

Tujuan Khusus : Mahasiswa, calon sarjana, terampil menggunakan bahasa Indonesia dengan benar, baik secara tertulis maupun secara lisan.
1. Tujuan jangka pendek
a. Mahasiswa mampu menyusun sebuah karya ilmiah sederhana alam bentuk dan isi yang baik, dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
b. Mahasiswa dapat membuat tugas-tugas (karangan ilmiah sederhana) dari dosen-dosen dengan menerapkan dasardasar yang diperoleh dari kuliah bahasa Indonesia.
2. Tujuan jangka panjang
a. Mahasiswa mampu menyusun skripsi sebagai syarat ujian sarjana.
b. Mahasiswa lebih terampil menyusun kertas kerja, laporan penelitian, surat, dan karya ilmiah lainnya setelah lulus.
Menurut hemat saya tujuan diatas haruslah selalu di jaga dalam dunia pendidikan Indonesia karena apa bila tak di jaga maka bahasa Indonesia akan ada kecenderungan di berbagai kalangan mengalami perkembangan yang cukup mengkhawatirkan, yang justru lebih menekankan kepada ekspresi diri, pragmatis, daripada mengikuti kaidah pemakaian bahasa yang baik dan benar dan bahkan mengabaikan aspek estetik serta ungkapan akal budi yang halus. Atau istilahnya adalah “bahasa gaul”.Apa bila kita gambarkan dalam flowchart maka konsep bahasa Indonesia dapat digambarkan sebagai berikut
blog ini saya buat untuk mengupload tugas-tugas dari dosen, apa bila ada kat-kata yang kurang berkenan atau isi dari blog ini meyinggung seseorang saya mohon untuk di maafkan karena seperti kata orang bijak "manusia adalah tempat salah dan dosa" demikian untuk maklum.